Agen Bola Pengusaha Amerika Yang Menginvasi Premier League

Pengusaha Amerika Yang Menginvasi Premier League

Pengusaha Amerika Yang Menginvasi Premier League

Agen Bola – Dengan dijualnya Fulham oleh Mohammed Al Fayed kepada Shahid Khan yang merupakan miliuner dari Amerika Serikat senilai 200 juta pound pada tanggal 12 Juli 2013 tersebut menegaskan serbuan miliuner dari Amerika Serikat di klub Premier League. Fulham adalah klub EPL yang ke 6 milik pengusaha AS sesudah Manchester United, dan Aston Villa, Liverpool, serta Sunderland dan Arsenal. Sepak bola bukan olahraga favorit di Amerika Serikat. Untuk itu motif enam pengusaha itu layak untuk dipertanyakan. Fenomena tersebut dimulai pada tahun 2005 yang lalu ketika Malcolm Glazer membeli Setan Merah.

Tapi Glazer mempunyai pledoi kuat jika walaupun kondisi berutang, namun prestasi United masih stabil. Selama delapan tahun, raihan lima gelar liga domestik serta satu trofi Liga Champions dan juga dua kali menjadi finalis merupakan pembelaan Glazer yang solid. Tak cuma itu, Glazer yang mempunyai pengalaman dan keahlian sebagai pebisnis berhasil membawa Manchester United ke level yang lebih tinggi di bidang hal penguatan citra. Ditambah lagi keuntungan dari sisi komersial dari berbagai kerjasama. Pada bulan Mei 2013 kemarin, Manchester United sukses melobi kreditor mereka mengenai penurunan tingkat bunga, yang membuat jumlah utang menjadi berkurang. Laporan keuangan Manchester United dalam beberapa tahun ke belakang selalu menunjukkan profit, sementara banyak klub besar yang lain justru mengalami kerugian.

Pengusaha dari AS tersebut, bahkan tidak mencintai sepak bola bahkan beberapa dari mereka baru menonton sepak bola ketika akan membeli klub. Pengusaha dari AS sudah terbiasa dengan pengelolaan kompetisi olahraga yang rasional. Para pengusaha tersebut mempunyai model bisnis waralaba sebagai cermin.

Kompetisi dengan basis waralaba tidak mengenal sistem promosi-degradasi. Kompetisi olahraga dilakukan sangat rasional dan secara finansial dikelola melalui regulasi yang sangat ketat. Tidak ada gaji yang sangat tinggi karena ada batasan, serta tidak ada pembelian pemain berharga fantastis. Pola pikir seperti itu walaupun tidak seratus persen, dijalankan klub sepak bola di Inggris.

Para penguasaha AS tersebut menjadikan klub sepak bola menjadi tambahan portofolio yang tentu saja bisa memberi catatan baik pada jejak mereka di dunia bisnis. Sepak bola merupakan merek global yang selalu diperhatikan oleh ratusan juta orang di dunia. EPL mempunyai perputaran uang yang masif, ditambah dengan kesepakatan nilai hak siar baru yang besarnya mencapai dua kali lipat.

Seorang Jurnalis mengemukakan jika ini merupakan sesuatu yang tidka akan dilewatkan oleh para miliuner, khususnya miliuner AS yang mempunyai insting bisnis yang tajam. Di sisi fans klub, fenomena ini mungkin tidak menyenangkan karena mereka akan dibebani harga tiket yang cukup mahal, dan tidak mempunyai suara untuk ikut menentukan kebijakan klub. Agen Bola