Berita Bola Online Sepak Bola Timnas Chili

Sepak Bola Timnas Chili

Sepak Bola Timnas Chili

Berita Bola Online – Alexis Sanchez mengikuti jejak Marcelo Salas dengan dua golnya saat menghadapi timnas Inggris di Wembley dihari Jumat malam. Salas telah mencetak gol di Wembley dan dia juga mencetak sebanyak dua gol dalam pertandingan pemanasan melawan Prancis, pertandingan dimana dia membuktikan kualitasnya dan merupakan masa-masa terbaik bagi Chili. Mereka berhasil keluar dari grup mereka, tetapi mereka tidak memenangkan pertandingan tunggal. Tim Chili yang saat ini berada dibawah pimpinan Jorge Sampaoli mampu melakukan hal-hal yang baik dan bukan hanya karena Piala Dunia 2014 nanti berlangsung di benua negara mereka. Timnas Chili ditahun 1998 mempunya pemain berkualitas seperti Salas dan Ivan Zamorano yang didukung oleh playmaker yang bagus yaitu Jose Luis Sierra, namun bentuk formasi Chili yang baru memiliki sesuatu yang lain selain bakat individu, mereka juga memiliki identitas kolektif. Semua itu ada disana saat gol yang dicetak lebih awal yang cocok digunakan dalam pertandingan dihari Jumat kemarin. Sebuah umpan dari Marcelo Diaz diambil oleh Mauricio Isla yang menerobos kedepan dari bek kanan.

Lintasan awalnya dibelakang garis menyebabkan masalah bagi pertahanan timnas Inggris yang berhasil memblokir tembakan dari Charles Aranguis setelah Sanchez melayangkan bola kembali kepadanya, namun Jean Beausejour mengumpankan bola pada Eugenio Mena yang maju dari bek kiri dan kemudian bola diteruskan kembali oleh Sanchez untuk mencetak gol. Ini adalah gol yang pernah distrategikan oleh mantan pelatih Chili yaitu Marcelo Bielsa, Tiga setengah tahun dirinya bertanggung jawab atas Chili antara tahun 2007-2011, dia juga telah terbukti sebagai pengubah pertandingan. Pada tahun 2004 dia masih bertugas di Argentina, tim Bielsa kalah difinal dari Copa Amerika ke Brazil. Argentina telah berada diposisi atas untuk seluruh pertandingan, tetapi timnas kebobolan oleh tendangan akhir dipertandingan, tim tersebut seperti laki-laki yang limbung berkeliaran dalam tidurnya serta berjalan dalam tidurnya dan menghadapi mimpi buruk yang mana mereka dikalahkan dalam adu penalti, itu adalah kekalahan yang menyakitkan.

Kekalahan tersebut mereka pandang merupakan sebuah kebaikan dalam performa tim , untuk memperbaiki segala sesuatunya. Meskipun obsesi sepak bola Bielsa yang begitu eksentrik yang mana dia juga merupakan mantan pelatih dari Athletic Bilbao tidak bereaksi atas hal tersebut dengan cara yang konvensional. Dia mendedikasikan paska konferensi media pertandingannya untuk hal tersebut. Dia berpikir bahwa formasi 4-3-1-2 bukanlah satu-satunya formasi dalam permainan sepak bola. Pemikiranya didasarkan pada gagasan bahwa dalam tim yang ingin menyerang, konvensional full-back adalah cara yang sangat membuang-buang pemain. Jika timnya memaksakan permainan mereka pada oposisi, pemain full-backs harus mampu mengambil kesempatan secara bersamaan. Sembilan tahun kemudian kontribusi penyerangan Isla dan Mena untuk gol pertama Chili terjadi secara langsung dari strategi yang sama. Berita Bola Online