Bola Online PFA Minta FIFA Tingkatkan Keamanan Sepatu

PFA Minta FIFA Tingkatkan Keamanan Sepatu

PFA Minta FIFA Tingkatkan Keamanan Sepatu

Bola Online – Chief Executive yang membawahi Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional (PFA) di Inggris Gordon Yalor mengatakan bahwa FIFA perlu melakukan hal lebih untuk menguji keselamatan dari perangkat sepatu bola yang digunakan pemain menyusul serangkaian cedera yang menimpa pemain akhir-akhir ini. Bahan Hybrid yang saat ini marak digunakan merupakan kombinasi penggunaan bahan metal dan plastik, dipercaya stud yang terdapat pada perangkat sepatu saat ini mempunyai potensi lebih tajam. Bulan lalu Wayne Rooney harus dipaksa absen dalam dua laga kualifikasi Piala Dunia bagi Inggris setelah ia menerima luka sobek pada kepalanya.

Taylor mengatakan apabila seorang pemain mengalami cedera parah yang membuatnya harus absen maka terdapat konsekuensi secara legal yang harus dipertanggungjawabkan. Penyerang Manchester United Rooney harus menderita luka yang cukup dalam pada keningnya setelah ia bertabrakan dengan rekan setimnya Phil Jones, yang secara tidak sengaja studs sepatu Jones menyentuh kening Rooney, memaksanya untuk absen dalam laga melawan Moldova dan Ukraina. Hal itu juga menjadi yang kedua bagi Rooney ketika ia harus mengalami situasi serupa setelah ia pernah mengalami luka sobek pada kakinya tahun lalu, yang Taylor katakan nyaris mendekati urat nadi yang penting.

Taylor kini menginginkan badan tertinggi sepakbola FIFA untuk memperkenalkan metode yang tepat untuk melakukan testing pada sepatu bola demi keamanan seorang pemain. “Isu sepatu bola kini tengah menjadi sorotan ketika anda melihat luka yang ditimbulkan kepada kening Rooney, nyaris dekat ke arah mata,” Taylor menjelaskan. “Namun, ini juga merupakan sesuatu yang akan mempengaruhi pemain muda. “Lima persen dari cedera yang dialami pemain berhubungan dengan perangkat sepatu bola. Itu merupakan angka yang tidak terlalu tinggi namun bisa memberikan ancaman yang cukup serius. Jadi kita tentu harus melakukan sesuatu.

“Sangat wajib bagi kami dan perusahaan pembuat perangkat tersebut untuk memastikan bahwa produk mereka dapat menjamin keamanan, mengingat bahwa olahraga ini sangat erat dengan kontak fisik.” Sepatu pertama yang dilengkapi dengan stutds lancip di rilis pada tahun 1996. Sejak saat itu, sepatu menggunakan material hybrid marak dikembangkan, yang merupakan gabungan dari metal dan plastik. “Kami telah berbicara kepada para produsen pembuat sepatu,” Taylor menambahkan. “Mereka berkata bahwa mereka tidak bisa mereka ulang kejadian terhadap kejadian yang menimpa, seperti layaknya kecelakaan pada kendaraan, namun mereka bisa mengecek penggunaan dan sobekan.

“Saat ini regulasi mengenai keselamatan pada perangkat sepatu bola adalah wasit untuk mengecek keamanan. Kami pikir ini saatnya untuk memperkenalkan metode testing baru.” Hal ini berarti sepakbola akan mengikuti contoh yang terdapat pada olahraga rugby. Pada Agustus 2012, badan tertinggi olahraga tersebut International Rugby Board memperkenalkan peraturan baru mengenai perangkat yang digunakan pemain seperti pakaian, termasuk sepatu. Salah satu regulasi yang mendapat sorotan adalah studs yang digunakan setiap pemain tidak boleh lebih panjang dari ukuran 21mm, dan tidak mempunyai ujung yang lancip.

Taylor kini akan membawa isu tersebut kepada asosiasi yang membawahi pemain profesional secara luas, FifPro dan menginginkan FIFA untuk segera menciptakan peraturan keamanan yang baru. Seorang juru bicara FIFA berkata BBC apabila isu ini sudah sampai diangkat oleh Fifpro, maka FIFA akan melihat masalah ini dengan serius. Bola Online