Conte Masih Teringat Kekalahan Menyakitkan

Conte Masih Teringat Kekalahan Menyakitkan

Conte Masih Teringat Kekalahan Menyakitkan

Kegagalan Juventus untuk bisa melaju ke babak 16 besar Liga Champions Eropa di musim ini memang membuat pelatih Juventus Antonio Conte merasa menjadi sosok pelatih yang paling bersalah atas kegagalan timya melaju ke babak knock out Liga Champions Eropa di musim ini. Faktor utama kegagalan Juventus untuk melaju ke babak 16 besar Liga Champions Eropa kali ini tentu saja kekalahan pada pertandingan terakhir mereka di babak grup Liga Champions Eropa musim ini dimana sebenarnya kala itu Juventus yang melakoni laga tandang ke Istanbul untuk menghadapi Galatasaray sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang saja untuk dapat menemani Real Madrid ke babak 16 besar namun justru diluar dugaan mereka justru harus menderita kekalahan dengan skor tipis 1 – 0.

Gol tunggal dari mantan pemain Real Madrid dan Ajax Amsterdam yakni Wesley Sneijder pada babak kedua sudah cukup membawa wakil Turki tersebut ke babak 16 besar Liga Champions Eropa di musim ini sedangkan dengan kekalahan tersebut membuat Juventus harus rela satu tiket mereka menuju babak 16 besar Liga Champions Eropa tahun ini jatuh ke tangan Galatasaray sedangkan mereka sendiri harus puas hanya dengan tampil di babak 32 besar Europa League musim ini setelah hanya mampu berada di posisi ketiga grup dibawah Real Madrid dan Galatasaray.

Antonio Conte sendiri mengaku hingga saat ini masih tak dapat melupakan kekalahan timnya pada laga match day terakhir Liga Champions Eropa saat mereka bertandang ke markas Galatasaray di Istanbul kemarin. Menurut Antonio Conte timnya tak pantas menderita kekalahan pada pertandingan tersebut jika saja kondisi cuaca dan kondisi lapangan yang memungkinkan bagi mereka untuk bisa bermain bola dari kaki ke kaki yang menjadi ciri khas mereka namun hal tersebut urung terjadi karena kondisi cuaca buruk dan lapangan yang tertutupi salju bahkan sempat harus ditunda hingga satu hari karena kondisi ekstrim tersebut yang menurut Conte juga sedikit banyak mempengaruhi mental bertanding anak – anak asuhnya.

“Mari kita tinggalkan tahun 2013 dengan kepala tegak dan melupakan berbagai kegagalan di tahun 2013 kemarin dan menatap tahun 2014 dengan optimis. Europa Legue kini menjadi salah satu target utama kami di musim ini setelah kami gagal total di Liga Champions Eropa dan kami rasa kompetisi kasta kedua Eropa ini harus kami raih di akhir musim nanti. Selain mengejar gelar Eropa kami juga akan berjuang sekuat tenaga mempertahankan gelar Scudetto yang kami raih dalam dua musim terakhir ini dan membuat kami menjadi raja sejati sepak bola Italia” ungkap Antonio Conte.