Pasar Taruhan Asia Giuseppe Giannini

Giuseppe Giannini

Giuseppe Giannini

Pasar Taruhan Asia – Coppa Italia menjadi warisan Giannini yang paling besar, dan final musim 1992/93 akan terpatri dalam ingatan setiap Romanisti yang menyaksikan.

Roma kalah di leg pertama di kandang Torino 0-3 dan peluang untuk menang di leg kedua amatlah kecil. Saat itulah Il Principe yang mengenakan ban kapten dan merupakan simbol klub ibukota itu, sendirian membawa timnya ke kemenangan. Giannini mencetak hat-trick penalti, membawa Roma unggul 5-2 hari itu (5-5 secara agregat namun Torino masih unggul gol away). Dalam beberapa menit yang tersisa, Giannini mengontrol umpan dan melesakkan tendangan voli ke arah gawang, melewati kiper Torino dan membuat semua fans Roma untuk sejenak terdiam. Namun tendangannya mengenai mistar gawang dan memantul, gagal masuk. Akibatnya, skenario comeback menakjubkan Roma pun gagal, namun kerja keras Il Principe saat itu membekas di hati tiap fans Roma.

Sebagai bagian dari skuad timnas Italia besutan Azeglio Vicini untuk Piala Dunia 1990, Giannini  menempati lini tengah bersama para pemain pekerja keras seperti Carlo Ancelotti dan Fernando De Napoli, melengkapi skill dan kreativitas yang dimilikinya. Dia bermain hebat di fase grup, mencetak gol khasnya saat melawan Amerika Serikat, melewati dua defender dengan kaki kanannya dan membobol gawang dengan kaki kirinya. Dia juga berperan penting saat Roberto Baggio mencetak gol legendarisnya saat melawan Ceko dan meloloskan Italia ke babak selanjutnya. Gli Azzurri akhirnya kalah di semifinal dari Argentina yang dipimpin Diego Maradona dalam adu penalti dan kesempatan pertama dan satu-satunya Giannini untuk menjadi juara dunia pun musnah.

Elegan merupakan kata yang paling sering digunakan untuk mendeskripsikan Il Principe. Dia seolah memiliki penglihatan 360 derajat dan sense timing tersendiri. Pemain yang bisa menggunakan kedua kaki sama baiknya, mematikan dengan bola mati, dan tendangannya sama akuratnya dari jarak 25 yard atau lima yard. Kemampuan dribel dan mengumpan yang seimbang dengan pemain top manapun, satu-satunya yang kurang darinya hanya pengakuan dari dunia internasional. Loyalitasnya terhadap AS Roma yang gagal menciptakan skuad yang bisa menopang bakat Giannini tidak tergoyahkan, meskipun lemari trofinya tidak terlalu impresif. Giuseppe Giannini adalah pemain brilian yang terlupakan. Semua pecinta bola akan terus mengingat sosok seorang Giuseppe Giannini, terutama pecinta sepak bola liga Italia. Kita akan menyaksikan pemain-pemain legenda baru tercipta pada musim-musim kedepan. Pasar Taruhan Asia