Pasar Taruhan Asia Mourinho vs Moyes

Mourinho vs Moyes

Mourinho vs Moyes

Pasar Taruhan Asia – Bila ada satu hal yang menjadi keahlian Jose Mourinho, melebihi keahliannya di dalam menyusun taktik dan menegakkan disiplin dalam skuadnya, itu adalah psywar-nya.

Dia adalah seorang komunikator handal, keahlian yang sudah diasahnya sejak sebelum memulai karirnya sebagai pelatih sepakbola, dan kemampuannya dalam memancing lawannya menambah nuansa mistis yang menyelimutinya, yang berkontribusi dalam kesuksesannya saat ini. Mourinho adalah seorang veteran dalam memanipulasi media dan mengalihkan segala kritik yang ditujukan pada timnya ke dirinya sendiri. Akan tetapi, bentuk ‘permainan pikiran’-nya yang lebih kompleks digunakannya untuk mengganggu kestabilan klub lain dan para wasit untuk keuntungannya sendiri. Insiden yang terkenal dengan Barcelona beberapa tahun terakhir, caranya mendiskreditkan Rafa Benitez yang berujung pada ketidakpopulerannya saat membesut Chelsea, dan menelanjangi Martin O’Neill sebelum final Piala Porto Celtic, semuanya memberikan keunggulan bagi timnya. Akan tetapi, dia tidak pernah secara langsung menyerang Sir Alex Ferguson, sang raja psywar. Dengan kepergian Ferguson dari Manchester United, Mourinho langsung memulai permainannya dengan pengganti Ferguson, David Moyes.

Chelsea tahu bahwa Manchester United tidak akan menjual Wayne Rooney kepada klub Stamford Bridge itu, namun hal tersebut tidak menghalangi mereka untuk mengajukan penawaran terhadap Rooney. Pada masa sekarang dimana Twitter, surat kabar, dan kanal berita 24 jam berlomba-lomba mencari berita yang penuh sensasi, Jose Mourinho memanfaatkan mereka dengan memberikan berita yang mereka inginkan. Dalam sekejap, semua fokus media teralihkan dari seputar kembalinya Mou ke Chelsea menjadi langkah David Moyes sebagai manajer baru United, dan wakil CEO yang baru, Ed Woodward. Apabila United sebelumnya telah mengikat kontrak dengan Cesc Fabregas atau Gareth Bale, Chelsea mungkin tidak akan ikut campur, namun pemilihan waktu untuk mengumumkan ketertarikan Chelsea terhadap Rooney sangat menunjukkan niat Mourinho yang sebenarnya.

Wayne Rooney pernah mengutarakan keinginannya untuk meninggalkan Manchester United kepada Sir Alex akhir musim lalu, namun Chelsea tidak melakukan apapun kala itu. Kita bisa berasumsi bahwa Chelsea masih mengejar Cavani saat itu, namun menurut Mourinho — yang tentu saja adalah bualan semata — Chelsea hanya menginginkan Rooney. Mou mengatakan bahwa dia sangat puas dengan keadaan timnya, dan memandang Rooney sebagai bonus. Namun dia hanya mengatakan ini ketika Moyes tengah mengalami sedikit masalah dengan pers setelah pernyataannya yang kurang hati-hati mengenai Rooney, ditambah dengan sejumlah fans United yang mulai tidak sabar.

Setelah gagal mendatangkan target lama Thiago Alcantara dari Barcelona, United merespon dengan tidak lazim; mereka secara terbuka mengumumkan niatnya membeli Cesc Fabregas. Sejak kapan United mengumumkan rencana-rencana bisnisnya ke publik? Apakah United sebenarnya akan mengontrak Bale, Thiago atau bahkan Cristiano Ronaldo tidak menjadi masalah, mereka sengaja mengumumkan rencana pembelian Fabregas untuk melindungi Moyes. Fokus berita segera berubah, yang awalnya mengenai kegagalan pembelian Thiago menjadi kemungkinan menyaksikan Cesc berseragam United, yang terbukti ampuh dalam menenangkan fans yang mulai tidak sabar dengan rencana transfer United. Fakta bahwa Barcelona tidak mungkin akan menjual Thiago ke United bukanlah masalah, sebab isu ini berhasil mendinginkan suasana. Pasar Taruhan Asia