Pasar Taruhan Asia Tim Semenjana Mencoba Juara

Tim Semenjana Mencoba Juara

Tim Semenjana Mencoba Juara

Pasar Taruhan Asia – Final Champions Eropa tahun 2004, Monaco melawan Porto. Semuanya tidak ada yang menyangka bahwa kedua tim medioker di pentas Eropa tersebut bisa berlaga di partai puncak tersebut. Dua tim ini secara tidak langsung menyerang jantung para penggemar Manchester United dan Real Madrid yang shock klub kesayangan mereka keok melawan tim semenjana. Mereka membuat para bandar judi rugi dan petaruh kedua klub tersebut tiba-tiba kaya mendadak karena tidak menyangka taruhannya menang.

One of the damned lucky bastard tersebut adalah Andreas Jorge Manos yang sebenarnya bertaruh untuk Porto lebih karena rasa nasionalisme dia saja. Karena Porto klub negaranya bermukim maka dia memasang taruhannya untuk Porto. Setali tiga  uang dengan Manos, Pierre de Gusteau bertaruh kepada Monaco karena mewakili Prancis apalagi sebelumnya dia bertaruh untuk juara Liga Prancis musim tersebut Lyon.

Cerita tersebut seperti dongeng memang tetapi nyata adanya. Apalagi lawan-lawan yang berhasil ditaklukan adalah tim-tim besar lagi kaya raya seperti Manchester United, Real Madrid dan Chelsea. Bayangkan saja tim yang hanya menghabiskan uang di bursa transfer musim sebelumnya hanya 1/10 dari Real Madrid berhasil mencapai Final Liga Champions. Kisah tersebut memang coba diulangi oleh tim-tim kelas dua lain tapi usaha mereka hanyalah sebatas dongeng Cinderella yang ketika jam 12 malam harus segera berakhir.

Musim lalu, Malaga hampir melakukannya. Andai kata, Malaga tidak kalah secara tragis lagi menyakitkan sekaligus kontroversial oleh Borussia Dortmund, mungkin Malaga bisa mengulang kisah serupa. Tim-tim debutan lain memang menjanjikan tapi ternyata mental lebih berbicara lain. Walaupun bisa dibilang Manchester City adalah klub kaya tapi di ajang Liga Champions mereka hanyalah klub kelas dua bahkan bisa dibilang klub bawah karena tidak pernah melaju ke babak kedua dari Liga Champions Eropa. Langkah Citizen selalu mentok di babak penyisihan grup.

Klub-klub kecil memang sepertinya sulit untuk kembali menjadi juara. Jangankan di ajang Liga Champions di liga lokal saja, mereka harus bersaing dengan klub besar dan kaya raya untuk sekadar mendapatkan jatah di Eropa. Tapi, harapan kembali muncul, manakala dongeng itu terjadi di Inggris musim lalu. Wigan secara mengejutkan menjadi juara Piala FA. Anomali terjadi ketika mereka harus terdegradasi dari divisi utama liga Inggris. Namun, hal ini berarti ada secercah harapan bahwa tim kelas dua juga bisa menjadi juara. Apalagi lawan yang dihadapi Wigan di final Piala FA adalah juara Liga Inggris  tahun sebelumnya,Manchester City. Memang hal ini terjadi di kejuaraan yang menggunakan sistem gugur tapi itu tidak mengurangi arti juara itu sendiri bukan? Sehingga kita bisa berharap bisa saja musim ini terjadi lagi pengulangan tahun 2004 di Liga Champions. Pasar Taruhan Asia