Pasar Taruhan Guardiola Bukan Pesulap

Guardiola Bukan Pesulap

Guardiola Bukan Pesulap

Pasar Taruhan – Walaupun di laga perdana pada musim ini berhasil memetik tiga poin usai menaklukkan Borussia Moenchengladbach, pelatih Bayern Muenchen Pep Guardiola mengaku masih kurang yakin dengan penampilan anak-anak asuhannya. Setidaknya modal kemenangan 3-1 di awal musim menjadi penting bagi Bayern Muenchen dan direktur klub, Mathias Sammer, menegaskan kepada publik kalau Pep Guardiola bukanlah dating sebagai pesulap.Mantan pemain Borussia Dortmund yang kini berusia 45 tahun itu memiliki anggapan kalau Pep Guardiola membutuhkan waktu adaptasi di Allianz Arena. Melihat gaya permainan Bayern Muenchen pada pertandingan perdana di musim ini, memang tidak jauh berbeda ketika masih ditangani Jupp Heynckes, dengan menerapkan pola permainan cepat dan umpan-umpan pendek.

Namun harapan pendukung Bayern kepada Pep Guardiola sangat tinggi, setelah kehadiran pelatih berusia 42 tahun pada musim panas ini diharapkan dapat mengulangi prestasi meraih tiga gelar seperti musim 2012/13. Namun demikian Matthias Sammer nampaknya tidak sependapat dengan harapan dan ambisi dari pendukungnya terhadap Pep Guardiola, yang akan mengulangi prestasi tersebut dalam waktu singkat. “Bahkan seorang Jupp Heynckes sama sekali tidak meraih gelar juara di tahun pertamanya untuk Bayern Muenchen. Jupp seorang pelatih kelas wahid. Tidak ada yang meragukan kemampuannya, tetapi ia pun juga membutuhkan waktu sebagaimana layaknya seorang pelatih,” ungkap Sammer.

“Kini semua orang mengatakan bahwa Pep Guardiola tidak membutuhkan waktu adaptasi dan ini merupakan sesuatu hal yang tidak saya mengerti. “Kami memiliki seorang pelatih baru. Yang mungkin membutuhkan waktu terhadap pemain-pemainnya, formasi taktik, dan juga hubungan yang dibina dengan dewan direktur klub. “Ia bukanlah seorang pesulap. Karena itu ia harus bekerja keras, kemudian banyak berkomunikasi dengan pemain-pemainnya dan demikian yang terjadi di persepakbolaan Bundesliga.

“Pada kenyataannya memang ada harapan besar di sekitarnya dan dia memenangkan segala sesuatunya bersama Barcelona. Namun itu semua tidak berarti karena ia seperti mengawali karir di negara yang berbeda.” Pekerjaan utama bagi Pep Guardiola adalah kian mematangkan kerjasama tim, yang terlihat masih belum menemukan kepaduan antara pemain satu dengan yang lain. Bahkan strategi andalan Pep Guardiola yang dikenal dengan ‘tiki-taka’ tidak terlihat saat mengalahkan Borussia Moenchengladbach. Gol perdana yang dilesakkan oleh Arjen Robben murni ketidaksigapan lini pertahanan lawan.

Sementara sentuhan kedua Bayern Muenchen yang dilesakkan Mario Mandzukic juga bukan merupakan ciri khas permainan ala Pep Guardiola dan gol penutup David Alaba semata-mata hanya karena handsball yang dilakukan Alvaro Dominguez. Bila dilihat dari kinerja lini depannya, pelatih Pep Guardiola memang membutuhkan suntikan guna mendukung kinerja Mario Mandzukic, yang terlihat bekerja sendirian sambil menunggu suplai bola dari Arjen Robben dan Franck Ribery. Di bursa musim panas ini, sosok Robert Lewandowski berkali-kali dihembuskan bakal menjadi tandem dari Mario Mandzukic, namun karena musim kompetisi sudah berjalan, sepertinya harapan itu baru dapat terwujud pada musim panas mendatang. Pasar Taruhan