PSSI Sayangkan Klub Pindah Stadion Untuk Lolos Verifikasi

PSSI Sayangkan Klub Pindah Stadion Untuk Lolos Verifikasi

PSSI Sayangkan Klub Pindah Stadion Untuk Lolos Verifikasi

Departemen Lisensi di PSSI akan lebih bersikap tegas saat melakukan verifikasi calon kontestan Liga Super Indonesia musim 2013/14 yang akan menggabungkan dua tim dari dua kompetisi berbeda, Liga Super Indonesia dan Liga Prima Indonesia. PSSI akan menjadikan standar AFC sebagai acuan verifikasi. Lima aspek akan tetap menjadi acuan bagi tim verifikasi untuk menilai apakah para calon kontestan memiliki kelayakan untuk mengikuti kompetisi musim depan yakni aspek legal, finansial, infrastruktur, pembinaan usia dini dan yang terakhir administrasi. Aspek infrastruktur dan apsek finansial akan mejadi aspek yang paling penting dalam proses penilaian tim verifikasi.

Jika dari hasil proses verifikasi ada tim yang meraih nilai di bawah standar yang ditetapkan tim verifikasi maka secara otomatis tim tersebut tidak berhak menjadi bagian peserta Liga Super Indonesia musim depan. Misal dalam aspek infrastruktur terutama kelayakan stadion, jika stadion tersebut belum memiliki fasilitas lampu penerangan yang memadai sampai masa verifikasi berakhir maka klub yang memakai stadion tersebut tidak bisa lolos. Walaupun fasilitas stadion milik klub saat ini sudah lebih baik dari musim sebelumnya, PSSI masih melihat adanya masalah dalam penggunaan stadion yang digunakan sebagai home base peserta. Untuk ini, PSSI akan tetap melakukan pendalaman terkait proses verifikasi untuk keperluan liga musim depan.

Proses verifikasi untuk saat ini memang dimaksudkan untuk keperluan liga musim depan sementara PSSI sendiri memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan dari kelima aspek tersebut untuk seluruh klub sepak bola di Indonesia. PSSI melalui Joko Driyono selaku Sekretaris Jenderal sekaligus CEO PT Liga Indonesia melihat adanya tim-tim yang memilih untuk pindah kandang ke stadion yang lebih bagus fasilitasnya hanya untuk sekedar bisa lolos dari verifikasi untuk aspek infrastruktur. Langkah ini menurut Joko Driyono tidak ideal walaupun tidak juga bisa disalahkan. Musim ini klub seperti Persib Bandung, Pro Duta, PSM Makassar, Perseru Serui dan Persiram Raja Ampat memilih untuk menggunakan stadion bukan milik mereka untuk digunakan sebagai homebase musim depan.

Menurut Joko Driyono, pemindahan homebase sebenarnya justru membawa kerugian bagi klub iitu sendiri. Walaupun nantinya mereka bisa lolos dari proses verifikasi tapi kemungkinan besar mereka tidak akan bisa bermain dengan dukungan para pendukung mereka sendiri. Akan ada dua kerugian yang bisa didapat klub jika memutuskan pindah kandang, yang pertama adalah adanya kerugian dari segi pendapatan penjualan tiket dan kedua adalah ancaman tidak akan meraih prestasi bagus. Joko melihat selama ini sudah banyak tim yang pindah kandang tapi tidak ada satupun yang bisa meraih prestasi bagus. Oleh karena itu PSSI akan mencoba menghentikan tren yang merugikan ini. Untuk mengatasi ini PSSI kemungkinan akan melakukan langaj pencegahan seperti melarang klub untuk pindah kandang jika memang tidak ada situasi yang sangat mendesak. Tapi PSSi masih akan mencari solusi yang paling menguntungkan karena keputusan yang dibuat PSSI menurut Joko harus bisa mendatangkan keuntungan yang bisa membuat klub tumbuh dan berkembang.