Sebuah Kehormatan Melatih Ribery

Sebuah Kehormatan Melatih Ribery

Sebuah Kehormatan Melatih Ribery

Pelatih Bayern Munchen yakni Josep Pep Guardiola telah memuji kemauan Franck Ribery untuk terus berlari mengejar bola. Ribery kemudian membuat pengorbanan untuk timnya tersebut serta membantu mereka melangkah ke Final Piala Dunia Antar Klub. Josep Guardiola bahkan merasa sangat terhormat bisa melatih Franck Ribery setelah pemain tim nasional Prancis tersebut membantu Bayern Munchen untuk mencapai Final Piala Dunia Antar Klub kemarin. Ribery mengantarkan Bayern ke final setelah mengandaskan Juara Asia, Guangzhou Evergrande yang dilatih oleh orang Italia, Marcelo Lippi. Bayern menghentikan perlawanan klub China tersebut dengan skor cukup meyakinkan yakni Bayern Munchen 3-0 Guangzhou Evergrande. Sebuah hasil yang lebih dari cukup untuk mengantarkan Bayern ke final.

RIbery mencetak skor pembuka dalam kemenangan Bayern tersebut. Mario Mandzukic kemudian Mario Gotze juga ikutan membobol gawang lawan di kota Agadir, Maroko pada ajang Piala Dunia Antar Klub babak semi final. Guardiola kemudian mengungkapkan tidak bisa berkata apa lagi selain memuji salah satu nominasi peraih Ballon D’ Or setelah peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Josep Pep Guardiola memang pelatih yang terkenal rendah hati. Dia tidak segan untuk memuji bawahannya jika memang mereka bermain baik dan tidak pernah memarahi anak asuhnya. Bahkan Guardiola selalu melimpahkan segala kesuksesan pada anak asuhannya.

“Bagiku adalah suatu kehormatan menjadi pelatih Ribery. Franck mempunyai hati yang luar biasa untuk tetap bersikeras bermain dalam pertandingan ini dan kerendahan hatinya untuk turun 40 meter ke barisan pertahanan dari waktu ke waktu, terus menerus, dia mengorbankan dirinya bagi tim, dia mengikuti lawan ke mana pun bola dipegang lawan dan itu sangat membantu tim. Maka, tiada kata lain untuknya, saya merasa sangat terhormat bisa melatih pemain sekelas dirinya. Dia menunjukkan bahwa dia tidak hanya mempunyai teknik tinggi yang mumpuni tetapi juga karakter luar biasa sebagai seorang pesepak bola yang bekerja keras. Dia mungkin juga kreatif tetapi lantas itu tidak membuatnya menjadi malas.” Kata Guardiola di konferensi Pers usai pertandingan melawan Guangzhou Evergrande.

Bayern mencetak tiga gol dalam waktu hanya tujuh menit sebelum break untuk membuat mereka melangkah ke final Piala Dunia Antar Klub dan akan bertemu Raja Casablanca, yang mengalahkan Atletico Miniero 3-1, pada final di hari Sabtu. Pep kemudian juga berterima kasih kepada para pelatih Bayern sebelumnya yang telah membentuk Bayern Munchen menjadi klub seperti sekarang. “Saya berterima kasih kepada Jupp Heynckes, Van Gaal dan para pelatih Bayern Munchen sebelum saya yang membuat Bayern Munchen menjadi klub seperti saat ini. Kami akan bermain di Final pada hari Santu dan saya berharap akan bisa membawa titel juara ke Jerman untuk pertama kalinya.” Kata Guardiola sembari kemudian pergi.